Bukan Kotamu dan Kotaku
-19 Desember 2019-
Narasi ini dilahirkan oleh pengalaman baru ketika aku mengunjungi kota "kita". Bagiku, ada satu sirat bait di dalamnya. Tak tertulis, buta, bisu, dan setengah tuli.
Mungkin cuma aku yang merasa, sabit anak itu lahir di kota ini bersamaku adalah bentuk niat dari semesta untuk mempertemukan kita kembali. Entah di penghujung tahun yang keberapa, entah pada kehidupan yang mana. Aku tidak tahu.
Aku menyukaimu.
Hanya saja, aku setuju (sedikit) tentang semesta tidak mau "yang ini" hancur sebelum yaumnya. Kemungkinan-kemungkinan yang ada sebelum perasaan ini lahir, menjadi mangkir. Seakan, benar-benar Jagat tidak merestui apapun harapanku kala itu. Termasuk harapan aku dan anak itu untuk bisa kembali berjumpa sapa.
Hanya saja, aku setuju (sedikit) tentang semesta tidak mau "yang ini" hancur sebelum yaumnya. Kemungkinan-kemungkinan yang ada sebelum perasaan ini lahir, menjadi mangkir. Seakan, benar-benar Jagat tidak merestui apapun harapanku kala itu. Termasuk harapan aku dan anak itu untuk bisa kembali berjumpa sapa.
Aku masih ingat ketika tubuh itu meliuk di Antariksa podium pertunjukan, palung hati ini berteriak bahwa aku ingin jadi jurimu. Namun, kamu tidak pantas untuk mendapatkan angka-angka payah itu, tidak ada yang bisa mengatasnamakan dirimu termasuk nominal.
Kamu manusia keren, di antara yang seirama di Kota lahirnya perasaanku untukmu ini. Kamu satu di antara dua puluh tujuh manusia yang benar-benar ingin kuajak berdialog. Namun, ketakutanku cukup besar pada saat itu. Maksudku, tidak akan ada keberanian untuk "yang satu itu". Meski itu kamu, Pri. maaf.
Sebenarnya banyak cara untuk bisa mengetahui jenama dan semua tentangmu, tetapi aku terlalu takut untuk menyelam lebih jauh dan dalam. Aku takut tidak bisa berenang kembali ke atas dasar karena di dunia nyata ini ... selain kemahiran dalam berenang, juga banyak hal-hal berbahaya yang terbiasa kapan saja melenyapkanku.
- Pri, tahun 2023 ini aku menyapa kembali menebus tahun 2020 yang begitu berat buatku. Hi ... Pri, apa kabar?

)%20(2).png)
Komentar
Posting Komentar