Sudah tepat satu bulan aku tidak berjumpa sapa dengan Senjanu. Artinya sudah sebulan aku tidak menerima kesedihannya.
Aku harap anak itu sedang tidak kenapa-napa di dunianya, kuharap dia tidak melupakan aku meski sedang tidak bersedih. Bukankah terlalu egois jika meminta waktu dan cerita bahagianya juga. Aku sudah merasa cukup adil dengan kehadiran dan kesedihannya. Kuharap dirinya baik-baik saja. Hampa.
Ternyata ada satu ruang kosong dalam hatiku ketika anak itu tidak ada. Jiwaku yang terbiasa tidak punya teman, kini berteriak lantang meminta kehadirannya. Indra penciumku yang selalu terhibur oleh aroma makanan manis, kini secara arogan meminta aroma unik milik anak itu yang wanginya mirip seperti kopi Arabika dari Flores. Aku akan berteman lebih dekat dengan anak itu ketika dia mengunjungiku kembali. Harus.
Kembali pada hari pertama aku bertemu dengan anak itu, anak yang baru aku ketahui namanya setelah pertemuan kami yang ketiga. Anak misterius yang terjebak di Jagatku. Sepanjang sejarah, itu yang paling menakutkan. Aroma tubuh itu menyesakkan seluruh penjuru Jagat. Aroma yang tidak pernah tercatat dalam kamus Jagatku. Pada hari itu, anak itu menulis hikayat yang tidak pernah ada sebelumnya - Seperti, apakah kau pernah membayangkan akan ada hari di mana siaran perkiraan cuaca melewatkan berita tentang badai besar yang pasti akan mengguncang seluruh kota. Badai mengerikan yang terlalu besar hanya untuk berlindung di rumah sederhana. Ya, badai itu Senjanu. Senjanu dan kesedihannya.
Semua orang berlindung di rumah masing-masing ketika aroma merah itu menyeruak. Tidak ada yang bisa keluar dan menemui anak itu. Terlalu racun dan terlalu kasihan. Lalu jika kau tanya akhirnya bagaimana? Pada akhirnya, setelah aroma menyesakkan itu sedikit memudar dan tubuh itu mulai jatuh, kami menyadari dan mulai kembali percaya pada satu legenda yang sepenuhnya tidak kami yakini sebelum anak itu sampai di Jagat ini. Ya, hanya dengan aromanya saja kami tahu bahwa ia merupakan anak istimewa yang ada dalam legenda.
Rupanya anak dalam legenda benar-benar sungguhan. Namun, bagaimana bisa ia datang dengan wujud anak usia 13 tahun. Anak kecil dengan amarah yang tidak lagi bisa dia kendalikan itu mengguncang langit sore di Jagat kami. Syukurlah hanya separuh tempat dari Jagat ini yang dapat anak itu rusak, mungkin hati kecilnya sudah terlalu luluh lantak untuk bisa menghancurkan sepenuhnya Jagat kami. Tentu saja bapakku sebagai kamitua Jagat diberi amanah untuk menyayangi anak itu. Kau pasti bertanya-tanya … mengapa badai yang datang menghancurkan kota, justru mendapat sambutan dan imbalan berupa kasih sayang. Itulah istimewanya Jagat kami. Mantel kesedihan, kemarahan, dan hal menyakitkan lainnya harus kaucopot selangkah saja dirimu masuk ke Jagat ini, juga berlaku sebaliknya. Itulah peraturannya.
Semenjak hari pertama aku dilahirkan, aku sudah bertugas untuk bahagia. Begitu juga dengan semua rakyat di Jagat ini. Menurut kepercayaan kami, bahagia bisa berperan menjadi dewa panjang umur. Itulah mengapa para orangtua yang ada di Jagat kami bisa hidup sampai 100 tahun lamanya. Semua bukan omong kosong.
Hanya saja, tidak semua orang bisa mendatangi-melihat-menyentuh Jagat ini. Kau akan sampai di Jagat ini jika membawa satu tekad. Isi dari tekad itu adalah bahagia. Selama kau ingin bahagia dan sekecil apapun harapan itu, kau bisa melihat aku di Jagat ini.
Senjanu merupakan salah satunya. Dalam amarahnya yang membabi buta pada sore itu, tersirat setitik keinginannya untuk bahagia. Ia menginginkan bahagia dan berencana untuk berbahagia di dunianya. Tekad membawa dirinya sampai ke Jagat ini dan bertemu aku. Takdir pertama yang membawaku pada petualangan membuat Senjanu bahagia. Tentu saja, ini kali pertama aku tidak lagi hanya sekadar ikut bapak atau jiran dalam membantu. Senjanu merupakan manusia pertama yang Jagat ini percayakan padaku.
Malam di hari yang sama setelah kehadiran Senjanu, akhirnya aku diperbolehkan meminum satu gelas penuh hati seorang manusia. Semenjak aku meminum hati anak itu, semua yang ia rasakan bisa dengan mudah aku resapi. Kesakitan, kebahagiaan, kedongkolan, dan setiap inci amarahnya. Tugasku adalah membawa Senjanu yang tersesat untuk datang ke Jagat ini. Apakah Senjanu dapat merasakan yang aku rasakan, jawabannya tentu tidak. Hanya penghuni Jagat ini yang mampu menampung semua bentuk perasaan yang manusia simpan dalam hatinya.
Seperti saat ini, aku bisa merasakan Senjanu sedang baik-baik saja di dunianya. Meski aku tidak dapat merasakan kupu-kupu kebahagiaan dalam dirinya, tetapi aku tahu anak itu berusaha untuk mengikuti beberapa saran yang bapak beri padanya pada pertemuan kedua setelah kejadian badai lalu. Aroma yang dimiliki Senjanu ketika baik-baik saja membuat damai hatiku. Gardenia, itu aroma bunga Gardenia.
Bandung, 24/07/2023. || dipeluk 26°C. || ditemani lagu Because we loved - Choi Jung-hoon, Kang Min-kyung.
Wattpad: ibuk.bebek

Komentar
Posting Komentar