Langsung ke konten utama

[KUTIPAN NOVEL] Immortal Heart (Hati Abadi) oleh Serdar Ozkan


Immortal Heart (Hati Abadi) by Serdar Ozkan


“Kadang-kadang hati kita bisa salah” - Hal 48

“Selama kita mendengarkan hati kita, kita tidak akan pernah salah” - Hal 48

“Jangan dengarkan hatimu. Itu hanya akan membuatmu sedih kelak.” - Hal 57

“Ia harus memilih antara kesedihan karena tidak menjadi diri sendiri atau kesedihan karena tidak dimengerti orang" ... “Apa tidak ada pilihan yang akan membuatku bahagia?” - Hal 58

“Dia Dewi Berburu, tapi pada saat yang sama, dia juga bukan siapa-siapa,” - Hal 91

“Monster sangat mencintai diri sendiri” - Hal 101

“Ia tidak siap melakukan perjalanan ataupun berteman dengan si mawar itu.” - Hal 111

“Kau harus bergerak bertahap dari satu ruangan ke ruangan lain” - Hal 120

“Perjalanan ini akan terasa berat” - Hal 120

“Selalu maju bertahap, satu ruangan demi satu ruangan “ - Hal 120

“Ayo kita berangkat dan yang terjadi, terjadilah” - Hal 120

“Semua tempat ada dalam dirimu ….” - Hal 121

“Tempat hitam pekat itu“ … “Adalah ruangan pertama di Hati Diana,” - Hal 122

“Tidak seorangpun bisa dengan mudah melewatinya.”  - Hal 130

“Semakin merasa jauh dan terkucil dari orang-orang lain, dinding itu pun makin tebal”  - Hal 132 - 132

“Ini semua benda-benda yang kausimpan di hatimu pada berbagai waktu yang berbeda.” - Hal 134

“Tempat ini sangat indah! Tempat seperti ini di dalam hatiku … Dalam sepotong kecil organ.” - Hal 143

“Berteman dengan sosok-sosok tidak dikenal!" ... "Tidak mudah membiasakan diri dengan gagasan itu.” - Hal 145

“Kalau tiba-tiba menghadapi situasi negatif, maka yang perlu kaulakukan hanya mencintai” - Hal 145

“Aku akan merasa jauh lebih kuat kalau kau ikut.” - Hal 146

“Pulau Bahagia.”  - Hal 147

“Senjata ajaib itu ada di relung terdalam hatimu” - Hal 150

“Kau akan naik jet ski? Kau kan punya sayap!” … “Aku harus menjadi malaikat masa kini.” - Hal 153

“Tuan Plin-Plan!” - Hal 164

“Karena ada samudra luas dalam hatinya, pasti hewan-hewan berbahaya juga hidup di dalamnya.” - Hal 173

“Musuh terbesar semua orang yang punya tujuan adalah keraguan.” - Hal 177

“Jadilah kuat dalam pencarianmu.”- Hal 178

“Orang yang mencari Jiwa sering tersesat dalam pencarian mereka.” - Hal 207

“Namaku Tuan Tiada Penyesalan” … “Semakin sedikit orang berkata ‘seandainya’ mereka akan semakin bahagia.” - Hal 216

“Dan aku melihat mereka tidak benar-benar peduli tentang semua itu dan itu membuatku sangat sedih.” - Hal 254

“Cinta tidak pernah punya gender, dan tidak akan pernah punya.” - Hal 286

“Kau rela mengorbankan sesuatu yang paling kaucintai meskipun pikiranmu sibuk memprotes” - Hal 290

“BEGITULAH mimpi Diana.” - Hal 296

“Diana memintaku mengikutsertakan nama si Lumba-Lumba Merah Muda di judul cerita ini.” - Hal 309

“Tapi cerita ini sebenarnya bukan tentang seorang anak perempuan yang memeluk lumba-lumba merah muda di hatinya.” 

... "Tepatnya, ini cerita tentang Cinta yang memeluk seorang anak perempuan di hatinya.” - Hal 310

“Begitulah, aku memilih “Hati Abadi” sebagai judul buku ini agar Cinta bisa muat di dalamnya, dan di dalam buku ini.” - Hal 310

“Akhirnya kata-kataku habis dan penaku kering.” - Hal 311



-------------------------------------------     -----------------------------    ------------

Hi.

Buku ini dibeli di Gramedia (tentunya) Merdeka Bandung pada tanggal 8, bulan September, tahun 2019. Parahnya, buku bagus ini saya baca di 4 tahun setelahnya.

Buku ini dibaca di kereta setiap hari Senin-Rabu. Pukul 05.00-5.50 pagi dan 17.00-17.40 sore. Lagu yang menemani pada saat itu adalah "Berdua lebih baik" yang dicover oleh gonebloom.

Bagaimana bisa dalam satu buku ini memuat beberapa hal kebetulan yang kusukai. Namun sayang lumba-lumba bukan salah satunya. Kebetulan itu adalah malaikat. Ya betul, malaikat. Akhir-akhir ini aku lebih suka "kata" malaikat. Dan kupikir, bisakah bocah malaikat itu datang ke dalam mimpiku seperti mimpi Diana.

Ajaib. Malaikat itu muncul dalam bentuk yang berbeda. Ia ada sebelas.

Dalam buku ini, banyak rangkaian kata yang berhasil masuk begitu saja dan seakan ingin aku teriaki "DIANA ITU AKU". Tetapi sudah jelas bahwa Diana bukan aku. Diana menyukai lumba-lumba.

Diana bukan aku, tetapi kami sama-sama mempunyai Monster-Aku. Kami punya mawar sombong-angkuh itu. Namun, hal baik dari semuanya adalah .... kami mempunyai Mary.


-------------------------------------------     -----------------------------    ------------


Alih Bahasa: Rosemary Kesauly || 20 hlm; 20cm


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempat Duduk Kita Nanti - Bagian Kelima dari satu sampai empat yang hilang

Tempat Duduk Kita Nanti : Kita hanya perlu punya satu hobi yang sama Dalam kamus kehidupanku, memiliki hobi dengan teman hidup adalah perlu. Lalu ketika hobi yang kusayang berlainan arah denganku, maka aku menyerah. Kemudian, pernyataanku barusan berbalik menjadi pertanyaan yang menuntut segera terjawab.  “Ibu bapakmu saja tidak punya hobi yang sama dan mereka bersama sampai sekarang”  Sebanyak lilin yang sudah aku tiup, selama itu juga aku memakan masakan yang dihidangkan keduanya. Asin-manis-pahit-panas-pedas. Jika hobi tidak sepenting itu, mengapa aku muak dengan pertengkaran yang tidak sekali dua tiga kali ini terjadi. Jika itu hanya sekadar perbedaan hobi, kenapa semuanya runyam ketika bertolak belakang.  “Mengalah tentang hobi bukan sesuatu hal mudah”  Itu ibu yang bilang. Semuanya baik-baik saja sampai keadaan nyaris begitu hancur ketika satu waktu hobi keduanya berlainan. Menyeramkan. Aku tidak suka melihat dan mendengar keributan. Malam itu semua orang menan...

Tempat Duduk Kita Nanti - Bagian keenam setelah lima lainnya

Tempat Duduk Kita Nanti : Keluarga yang Senjanu miliki serupa bunga Senduro . Sekali-dua-tiga-empat dan lebih kali, aku dapat merasakan anak itu tengah berada tepat menggantung di ujung jurang dengan belati yang menyelamatkannya. Itu pasti menyakitkan, tapi aku tahu … dia masih ingin hidup. Aku bisa merasakan anak itu sedang tidak sadarkan diri, tapi suara itu masih menggema, semakin keras dan tak tertahan luapannya. Ucapannya bukan untuk menusuk hatiku, tapi sakit sekali saat suara itu berasal dari seseorang yang anak itu kenal semenjak tawa-tangis pertamanya. Kata-kata seringkali menjelma menjadi sosok paling menyeramkan mengalahkan hewan buas ataupun sosok terlihat lainnya. Lukanya tersembunyi dan tidak ada obat yang dapat menyembuhkan luka yang tidak bisa disentuh. Melihat anak itu sudah andal dalam menggantung pada jurang dan melihat bagaimana dirinya mengikatkan tanganya pada belati tersebut. Apakah anak itu sudah terbiasa? Entah sudah berapa banyak kesempatan menyerah yang anak ...

Tempat Duduk Kita Nanti : Jatuh hati ada mimpi buruknya juga

  Tempat Duduk Kita Nanti : Jatuh hati ada mimpi buruknya juga           Perasaan yang anak itu miliki kali ini terasa sedikit manis dan malu-malu. Apakah Senjanu sedang jatuh cinta? Apakah itu artinya aku akan mendengarkan topik yang berbeda dari anak itu? Mengapa Senjanu cepat sekali menemukan perasaan yang ini . Ah, mungkin sebaiknya aku bersiap dari yang terburuk, patah hatinya. Manusia dapat merasakan jatuh cinta dan mau bagaimanapun Senjanu adalah salah-satunya. Selama hidup, aku tidak pernah jatuh cinta. Bagiku, kasih sayang bapak sudah cukup mengisi apa-apa yang kurang dalam diriku. Teman-temanku berkata bahwa jatuh cinta itu seru. Mereka melupakan satu fakta penting, jatuh cinta ada mimpi buruknya juga.  Tahun waktu itu, Senjanu berusia 14 tahun. Menurutku, sudah sedikit cukup dalam memberi dan menerima perasaan lebih terhadap yang ia sayang. Tentu saja, pada tahun yang sama, aku memulai petualangan baru, yakni mencari jawaban tentang apa...